18 Februari 2015

Mulai dari mana

Pernikahan itu sesimple ada calon mempelai pria, mempelai wanita, wali nikah, saksi dan mas kawin sah sudah sebuah pernikahan. Tapi banyak banget yg memusingkan segala hal pelengkap sebuah "pernikahan". Ga sedikit yg menunda pernikahan karna belum merasa cukup secara keuangan. Ahh kalian kan mau niat ibadah, kenapa selalu memusingkan uang? Memang smua ga semudah keliatannya, toh klopun cuma sekedar akad di KUA tetep butuh biaya.

Dan semua butuh persiapan, sesimple apapun sebuah pernikahan tetep harus dipersiapkan dengan matang. Semua persiapan pernikahan itu bisa dimulai dari...

1. Konsep
Konsep pernikahannya mau seperti apa? Akad di KUA, di rumah atau di mesjid. Berapa jumlah tamu yg akan diundang. Resepsinya akan dilakukan di rumah atau di gedung. Dekorasinya seperti apa. Makanan masak sendiri atau catering. Spesifikasi undangan mau bagaimana. Jenis souvenirnya apa. Perlu ada acara adat atau ga. Pengisi acaranya apa. Mau hasil akhir foto & video yg bagaimana.

2. Menentukan vendor
Klo konsepnya sudah dibuat, sekarang waktunya menentukan vendor yg bisa bantu kamu wujudkan konsep yg kamu mau. Diluar sana ada banyak vendor pernikahan yg bisa kamu pilih, tentunya ini akan membuat kamu kebingungan untuk memilih mana yg terbaik. Persempit pilihan dengan memilih 3 vendor yg menurut kamu mereka bisa mewujudkan konsep kamu.

3.Cari info sebanyak-banyaknya tentang kelebihan-kekurangan vendor yg kamu pilih
Sekarang sudah banyak wedding blog yg membahas review vendor pernikahan mereka. Kamu bisa pertimbangkan kelebihan-kekurangan dari vendor yg akan kamu gunakan dari review yg mereka tulis. Tapi ingat kalian tetap harus survey langsung ke masing-masing vendor. Karna review itu kadang bersifat subjektif & tergantung selera masing-masing.

4. Survey langsung ke masing-masing vendor
Seperti yg saya bilang review itu kadang bersifat subjektif & tergantung selera. Jadi sebaiknya info yg kamu dapet hanya sebagai acuan untuk sekedar melihat review dari capeng yg pernah menggunakan. Datang & diskusi langsung dengan masing-masing vendor tentang konsep kamu

5. Minta Price List dari setiap vendor
Saya paham banget klo bagian ini pasti bikin deg-degan hahahahaa. Tapi demi moment sekali seumur hidup setiap proses harus dijalani dengan santai *tanam pohon uang*. Kumpulkan Price List vendor pilihan kamu & bahas dengan pasangan & keluarga. Dan tentukan pilihan vendor mana yg akhirnya terpilih

6. Hitung Budget Pernikahan
Vendor sudah ditentukan, sekarang hitung seluruh budget dari setiap price list yg sudah didapatkan. Jangan lupa untuk memasukan biaya lain-lain. Biaya lain-lain ini untuk biaya tidak terduga saat hari H. Untuk kamu yg mulai survey jauh hari sebelum hari H misal 1 tahun sebelumnya & belum memutuskan atau melakukan DP ke vendor, buat mark up minimal 10% dari total biaya yg sudah didapatkan. Karna biasanya ada perubahan harga setiap tahunnya.

7. Siapkan Dana Pernikahan
Diskusikan dengan pasangan & keluarga tentang dana pernikahan ini. Berapa uang yg kalian punya & berapa kekurangan dari total seluruhnya


Menurut saya, kamu & pasangan sebenarnya sudah mampu membiayai pernikahan kalian sendiri dengan langkah-langkah ini. Karna kalian bukan lagi merencakan pernikahan dari dana yg sudah ada tapi merencakan dana dari konsep yg sangat kalian inginkan. Nominal uang yg kalian punya itu hanya bayangan yg akan membuat kalian merasa kekurangan setelah membaginya untuk setiap konsep pernikahan yg kalian impikan. Tapi membuat konsep & merencakan dananya akan membuat kalian semakin terdorong untuk lebih giat lagi mengumpulkan dana agar semua bisa terwujud. Sisanya? Serahkan kepada Sang Pencipta. Klo kalian bersungguh-sungguh & pantas. DIA pun tidak akan ragu untuk menyempurnakannya ^^

Jadi? Tunggu apalagi ayo buat konsep kalian & berpikirlah semua pasti bisa terwujud

17 Februari 2015

(Bukan) Foto Prewed

Foto-foto ini udah ada jauh sebelum persiapan pernikahan. Saya & siBoy yg kerjain smua sendiri, ya konsepnya ya customnya ya make upnya bahkan fotonyapun juga sendiri *antara kreatif & hemat itu beda tipis kakak*. 


Foto-foto dibawah ini Qta ambil tahun 2012, klo yg ini murni iseng. Cuma buat siBoy hunting foto pake kamera barunya *ciieee*. No make up no custom no konsep, tapi saya suka smua hasil fotonya. Namanyapun masih baru masih belajar harap maklum klo foto ada yg blur ato back fokus pembelaan qiqiqiii.. Semua foto pakai timer, jadi setting dulu mau foto dimana mau gaya apa klo udah oke boy pencet shutter, lari ke arah saya tunggu klik trus siBoy liat hasilnya. Klo belum pas ya ulangi langkah tadi dari awal. Ngos-ngosan deh dese hahahahaa.. Foto ini diambil di jembatan yg mau ke arah air terjun cibodas














Saya suka banget, suka warna asli difoto-foto ini. Kayanya diliat beberapa tahun lagipun masih bagus PD maksimal :p


Foto-foto yg selanjutnya diambil tahun 2013 pas saya diajak Ibu (mertua) ke kampung halaman ibu di Boyolali. Foto kali ini sedikit lebih prepare. Boy bawel minta saya bawa baju ini itu yg bikin rempong & saya agak ga yakin klo kepakai smua. Tema foto kali ini njawi banget, tentang kehidupan orang-orang dikampung halaman. Yg kerja disawah, yg cwe ambil air untuk minum & masak (dulu dikampung halamannya ibu masih begini) & yg cwo nyangkul. Custom yg saya & siBoy pake ini punya si mbah, yg pakeinpun si mbah. Saya cuma make up tipis. Foto ini diambil di dapur, depan rumah & sawah deket rumah si mbah.
















Ini ada bonus foto dibuang sayang, setelah mati gaya

Levitasi Arjuna yg bawa kabur kembang desa hahahahaa


Yang ga punya budget khusus untuk foto prewed, tips dari saya manfaatin teman yg lagi hobi banget sama foto. Biasanya mereka mau ko bantu, sekalian untuk hunting & asah kemampuan juga. Klo ada yg udah siap sama budgetnya tapi ga banyak, boleh lho mampir ke imatophotography . Saya & siBoy siap bantu wujudkan konsep prewed kamu


13 Februari 2015

Bikin Pita Yuk?

DIY pita ini untuk melengkapi printilan hias seserahan yg saya kerjakan sendiri. Saya itu sebenernya suka & punya minat lumayan besar untuk masalah kerajinan tangan. Nah saat persiapan pernikahan ini jadi momen yg pas untuk bikin sesuatu hasil tangan saya sendiri. Ga ada salahnya kan mencoba klo gagal ya pasrahkan keahlinya hahahaaa

Jangan membayangkan DIY yg saya buat ini seperti DIY yg sudah profesional yaa. Alat yg saya gunakan saja yg mudah didapat & sesimple mungkin, kualitas fotopun seadanya. Tapi semoga DIY ini bisa sedikit membantu yuk mulaiii




Alat dan Bahan :
1. Pita ukuran 1.3cm
2. Pita ukuran 2.5cm
3. Benang warna senada dengan pita
4. Gunting
5. Hairclip
6. Garpu
7. Sisir garpu


Ko pakai garpu & sisir? hihihiii ini karna ada dua macem ukuran lebar pita dan dua macam juga besar kecil pita yg mau saya buat untuk aplikasi di seserahan. Garpu untuk pita membuat pita ukuran kecil sedangkan sisir untuk ukuran pita yg besar. Tapi sisir ini juga bisa untuk membuat pita ukuran besar dengan menggunakan pita ukuran 1.3cm tp rasanya hasil pitanya kurang menggemaskan
 
 
 Cara membuat pita ukuran kecil :

1. Siapkan Garpu & Pita ukuran 1.3cm




2. Silangkan Pita ke garpu, buat panjang kaki pita sesuai keinginan




3. Jepit menggunakan hairclip. Ini supaya pita tidak mudah bergeser. Buat sama rata panjang kanan & kirinya
 



4. Gunting


5. Ambil benang, masukan benang ditengah2 pita. Ikat kuat dibelakang pita. Lepaskan pita dari garpu






6. Lepaskan hairclip. Gunting benang, rapihkan

 


Taraaa pitanya sudah jadi...


Qta buat model kaki pita yg segitiga

Lipat kaki pita, lalu gunting
 


Jadi deh ^^

 


Sekarang jadi ada dua model pita, kamu lebih suka yg mana?

 



Kasih double tape, lalu tempel2 seperti ini

 



Oia double tape ini kurang begitu kuat kadang suka lepas2. Klo mau pake lem juga boleh jadi lebih kuat, sedikit saja memberi lemnya biar tidak merusak barang seserahan kamu


Cara membuat pita ukuran besar :

1. Siapkan sisir & pita ukuran 2.5cm


2. Silangkan Pita ke sisir, ruas2 sisirnya bisa digunakan untuk mengatur lebar pita yg ingin dibuat. Semakin lebar jaraknya semakin lebar ukuran pita.




3. Buat panjang kaki pita sesuai keinginan



4. Gunting



 5. Ambil benang, masukan benang ditengah2 pita. Ikat kuat dibelakang pita.





6. Gunting benang & rapihkan




Dan begini hasil akhirnnya



Sisir ini saya pilih setelah menemukan DIY dari blog Nupi-nupi . Sebelumnya saya pernah coba cara yg mba Prapti ajarkan, tapi karna tidak menemukan kerdus yg kuat jadi saya mencari alternatif lain & menemukan ide untuk menggunakan sisir saja qiqiqiqiii.  Lagipula lebar pita yg saya mau bikin juga hanya seukuran 6-8cm.

Oke segitu dulu tutorialnya, hasil pita yg sudah menempel nanti saya share di postingan lain. Selamat membuat pita ^^

11 Februari 2015

Acara Pernikahan dirumah dengan konsep ala-ala Gedung, emang bisa???

BISA banget sudah saya buktikan

Seperti yg pernah saya ceritakan disini acara pernikahan saya dan siBoy diadakan dirumah, memanfaatkan lahan luas persis didepan rumah saya. Apa sii bedanya acara pernikahan yg diadakan dirumah dan acara pernikahan digedung? Ini jawaban menurut kesoktauan pendapat saya pribadi :

- Waktu berlangsungnya acara : klo yg ini udah pasti jadi poin pertama, karna acara resepsi dirumah itu secapenya yg punya hajat hahahahaa ato tidak ada batas waktu bisa seharian full sedangkan acara respesi digedung biasanya hanya 2 jam.

 - Dekorasi : jarang sekali capeng yg konsen ke masalah dekorasi klo mengada acara pernikahan dirumah, biasanya mereka lebih konsen ke perias & baju yg akan dipakai saat acara. Padahal dekorasi ini bisa membuat keseluruhan acara jadi lebih teratur. Ko bisa? Karna penempatan pelamianan, meja prasmanan, gubukan, kursi-kursi bahkan panggung tempat pengisi acara ditempatkan sesuai dengan lay out yg sudah dibuat. Pernah dateng ke acara nikahan dirumah lewat kolong panggung pengisi acara? saya pernah hahaha.. Pernah dateng ke acara nikahan dirumah lewat belakang pelaminan? Saya juga pernah. Poin dari perbedaan dekorasi acara pernikahan dirumah dan digedung itu dari penempatan hal2 yg saya sebutkan tadi. Acara pernikahan dirumah wlopun tempatnya terbatas tapi dekorasinya pas tidak menumpuk pasti terlihat manis

- Pengisi acara : Poin yg ini sii tergantung keselera masing2. Hanya biasanya pengisi acara resepsi digedung pakaiannya lebih sopan dan lagu-lagu yg dibawakanpun membuat suasana lebih santai.

 - Kirab : ini yg paling membedakan acara resepsi dirumah dan di gedung

  
Dan ini garis besar konsep pernikahan saya


Acara akad dimulai jam 8.30 dilanjutkan acara adat sunda








Acara resepsi dimulai jam 13.00 - 20.00. Dimulai dengan kirab dilanjutkan Tarian Gatot Kaca










Pengisi acara Organ Tunggal non dangdut

 



Wedding Singer yg satu ini lumayan banyak dapat pujian dari tamu yg hadir dinikahan saya. Setelah acara nikahan saya banyak juga teman atau tetangga saya yg minta CP-nya. Nanti saya buat postingan sendiri ya tentang wedding singer saya ini..

Dan ini dekorasi di pernikahan saya. Cuma ini foto dekorasi yg ada, hikshiks







 
 Detail tentang dekorasinya saya posting bareng review perias yaa, karna ini satu paket dengan perias.


Seperti itu acara pernikahan dirumah dengan konsep gedung ala saya hihihiii.. Poin penting untuk membuat konsep acara gedung di rumah ya memang di dekorasi yg bagus, musik yg membuat suasan santai dan meriah juga susunan acara yg teratur.


Selamat membuat konsep pernikahan impian kalian Capengs *ketjup*